pengertian asuransi

Pengertian Asuransi

Permintaan asuransi muncul karena pada umumnya manusia bersifat risk averse (menghindari resiko), sehingga mereka ingin mentransfer resiko. Mereka lebih suka membayar sejumlah dana  yang biasa disebut dengan premi asuransi  dari pada harus menerima resiko kehilangan rumah, mobil,  atau lainnya yang menurukan kekayaan mereka. Dengan demikian mereka dapat mengetahui dengan pasti apa yang terjadi  dengan kekayaannya (kekayaan saat ini dikurangi dengan premi asuransi). Namun demikian, manusia tidak mampu mentransfer seluruh resiko, karena ongkos mentransfer resiko bersifat biaya meningkat (increasing cost). Yaitu biaya akan semakin tinggi dengan semakin banyak resiko yang ingin ditransfer. Hal itu menunjukan individu / instansi hanya mampu sebagian resiko dan tidak mampu mentransfer seluruh resiko.

Masalah Potensial Dalam Asuransi

Tujuan orang membeli asuransi adalah untuk memperoleh perlindungan bila terjadi risiko. Perusahaan asuransi harus dapat menghindari mereka yang beli asuaransi untuk tujuan spekulasi atau taruhan. Oleh karena itu perusahaan asuransi harus menerapakan prisnsip – perinsip dasar asuransi, antara lain :

  1. Harus ada hubungan antara the insured ( yang diasuransikan / tertanggung )  dan the beneficiary ( yang menerima manfaat ). Dengan demikian, orang tidak dapat mengasuransikan tetangganya yang suka ngebut untuk memperoleh manfaat.
  2. Tertanggung harus memberikan informasi yang lengkap dan akurat.
  3. Tertanggung membeli asuransi bukan untuk mencari keuntungan.
  4. Bila ada pihak lain yang memberikan kompensasi terhadap suatu kejadian buruk, maka kewajiban asuransi berkurang sebanyak kompensasi tersebut.
  5. Perusahaan asuransi harus memiliki banyak pihak tertanggung sehingga resiko dapat didustribusikan.
  6. Suatu kejadian buruk yang diasuransikan harus dapat dihitung. Sebagai contoh, perusahaan minyak tidak dapat mengasuransikan tambang minyaknya yang belum dieksplorasi.
  7. Perusahaan asuransi harus dapat mengukur profitabilitas menculnya suatu kejadian.

Prinsip the law of large number mengatakan bahwa makin banyak orang yang diasuransikan, maka rata – rata suatu kejadian buruk akan berdistribusi normal , sehingga probabilitas rata – rata muncul suatu kejadian buruk dapat diperdiksi secara akurat. Dengan demikian, perusahaan asuransi dapat menentukan harganya  (nilai premi) untuk memperoleh keuntungan.

Masalah potensial lain yang dihadapi perusahaan asuransi adalah perilaku pilihan merugikan dan bahaya moral dari pelangggan dan atau calon pelanggan. Biasanya paling ingin membeli asuransi kesehatan adalah mereka yang menderita sakit kronis daripada mereka yang sehat atau jarang sakit, dan yang paling ingin membeli asuransi kecelakaan adalah mereka yang suka ngebut. Dengan kata lain, pihak yang paling ingin membeli asurasi adalah mereka yang beresiko. Mereka berpotensi melakukan pilihan merugikan, berperilaku seolah – olah sehat dengan menunjukan catatan medis yang bagus. Oleh karena itu, perusahaan asuransi harus dapat memiliki cara untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Antara lain mensyaratkan pemeriksaan fisik dengan rumah sakit yang ditunjuk (meskipun cara ini tidak memecahkan masalah sepenuhnya karena berpotensi memunculkan masalah bahaya moral akibat penunjukan tersebut). Selain itu, perusahaan asuransi kesehatan dapat menekan adanya pilihan merugikan  dengan menjual asuransi pada sutau kelompok  yang anggotanya memiliki karakteristik yang relatif sama.

Selain pilihan merugikan, perusahaan asuransi potensial menghadapi adanya bahaya moral, dengan menjadi kurang hati – hati atau  memaksimumkan utilitasnya karena adanya perlindungan asuransi. Sebagai contoh, bahaya moral menyebabkan pemilik mobil tidak mengunci mobilnya untuk mendapatkan penggantian bila dicuri. Bahaya moral juga dapat terjadi dalam bentuk penggunaan fasilitas kesehatan secara berlebihan karena adanya asuransi.

Cara untuk mengatasi munculnya bahaya moral antara lain, dengan mensyaratkan deductible, yaitu sejumlah kerugian yang harus dibayar oleh pihak tertanggung sebelum sisanya dilunasi oleh pihak asuransi. Selain itu, perusahaan asuransi kesehatan dapat mentransfer resiko biaya kesehatan yang tinggi kepada lembaga penyedia jasa kesehatan dengan sejumlah pembayaran tertentu untuk menyediakan jasa kesehatan bagi pelanggan asuransi. Masalah yang mungkin muncul kemudian, penyedia jasa kesehatan memiliki insentif untuk membatasi jasa kesehatan yang diberikan  sehingga perlu aturan pemerintah untuk mengatasinya.

Bentuk organisasi perusahaan asuransi dapat berupa perusahaan saham / perseroan (stock company) atau perusahaan bersama (mutual company). Perseroan asuransi (stock insurance company) berarti perusahaan asuransi dimiliki oleh pemegang saham (stockholder) dan memiliki tujuan untuk memperoleh laba. Sedangkan perusahaan asuransi bersama  (mutual insurance company) berarti perusahaan asuransi dimiliki oleh pemegang polis (policy holder). Tujuan perusahaan asuransi jenis ini adalah menyediakan jasa asuransi dengan biaya yang rendah. Pemegang polis memperoleh deviden berupa penurunan biaya asuransi. Hal itu menjadikan bahaya moral yang dihadapi perusahaan asuransi bersama lebih rendah dibandingkan perseroan asuransi.

Menjual Asuransi

Meskipun semua orang memerlukan asuransi tetapi umumnya orang bersikap adaptif, kurang memperhitungkan kondisi yang berpotensi buruk. Sikap itu membuat perusahaan asuransi perlu merekrut agen penjual asuransi dalam jumlah besar dengan total pengeluaran untuk pemasaran mencapai 20% dari nilai polis.

Agen hanya mengejar target penjualan untuk mendapatkan komisi tanpa memperhatikan resiko dari tertanggung. Untuk mengendalikan resiko yang mungkin terjadi, perusahaan asuransi menyewa tim penilai (underwriter) yang bertugas mengevaluasi  dan mengesahkan atau menolak calon. Bila penilai masih memiliki pertanyaan tentang kualifikasi tentang pihak tertanggung maka keputusan terakhir bergantung pada laporan dari inspektur independen. Meskipun demikian , resiko lain dapat muncul yaitu bila terjadi kesepakatan antara agen dan penilai.

Comments:
Name
Email
Comment
 
Note : Your email will not be shared or viewed.



Copyright 2011 bisnisemas1.com
bisnisemas1.com | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap