resiko investasi saham

Resiko dalam berinvestasi Saham

 

Setiap bentuk investasi baik itu investasi saham, reksadana, property maupun investasi emas semuanya memiliki tingkat resiko yang beragam. Sebagai investor kita harus tahu resiko apa yang akan kita hadapi dengan berinvestasi pada berbagai instrument investasi diatas. Dengan mengetahui tingkat resiko yang akan diterima, maka akan membuat kita lebih siap menghadapinya jika resiko tersebut benar – benar terjadi. Setiap resiko mempunyai dampak yang berbeda – beda terhadap investasi kita.

 

Sebagai investor, kita harus dapat membedakan antara kesalahan investasi dan resiko investasi. kesalahan investasi merupakan kerugian yang kita terima karena salah dalam melakukan perhitungan dan tidak berhati – hati dalam melakukan investasi. sedangkan resiko investasi adalah kerugian yang mungkin terjadi pada investasi yang telah kita lakukan, akan tetapi kerugian tersebut telah kita perhitungan dengan cermat dan matang, sehingga ketika resiko tersebut terjadi maka akan kita hadapi dengan tenang.

Saham dan Berbagai Resikonya

Sebelum melakukan investasi, ada baiknya bagi kita untuk memahami berbagai resiko yang mungkin akan terjadi, jangan hanya tergiur akan keuntungan yang akan didapatkan. Sebagai salah satu instrument investasi saham juga memiliki berbagai macam resiko. Berikut beberapa resiko dalam investasi saham antara lain :

  1. Resiko Investasi Saham yang pertama adalah resiko ekonomi. Kondisi perekonomian berbanding lurus dengan kondisi harga saham. Jika terjadi krisis atau memburuknya perekonomian maka harga saham akan ikut anjlok, tidak peduli saham apa yang kita punyai apakah blue chip atau saham biasa. Contoh kasus yang nyata yaitu pada saat terjadinya krisis moneter pada tahun 1998, harga saham semuanya berjatuhan. Salah satu alternatif untuk meminimalkan resiko ekonomi yaitu lakukan diversifikasi terhadap investasi anda. Untuk amannya, jangan hanya berinvestasi pada satu instrument investasi, misalnya saham. Sebarkan investasi anda pada berbagi macam instrument, misalnya investasi emas, reksadana atau property. Investasi pada emas merupakan alternatif yang sangat cocok pada saat terjadinya krisis keuangan. Ingat kata pepatah “ jangan taruh semua telurmu di dalam satu keranjang ”.
  2. Resiko Investasi Saham berikutnya apabila Perusahaan mengalami kebangkrutan. Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan maka tentu akan berdampak secara langsung pada para pemegang saham. Pada saat terjadinya likuidasi pada perusahaan yang bangkrut, maka para pemegang saham memilki posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan para pemegang obligasi. Hasil dari likuidasi akan digunakan untuk membayar segala macam kewajiban perusahaan terlebih dahulu, apabila ada sisa baru diberikan kepada pemagang saham, dan hal ini jarang sekali terjadi. Oleh karena itu sebelum membeli sebuah saham, terlebih dahulu lakukan pengkajian terhadap, baik laporan keuangan, kinerja bisnis serta tata kelola perusahaan apakah telah dilakukan secara baik dan benar atau belum.
  3. Resiko Investasi Saham yang ketiga adalah Resiko Sektoral. Secara makro, ekonomi mungkin baik – baik saja, namun pada sektor tertentu bisa terjadi  penurunan. Contoh kasusnya adalah pada tahun 2012 situasi ekonomi cukup stabil, namun pada sektor pertambangan batubara mengalami kelesuan karena menurunnya permintaan dari Negara maju yang sedang krisis. Hal ini menyebabkan saham – sahm pada sektor tersebut mengalami penurunan harga.
  4. Resiko terjadinya Capital Loss. Dalam melakukan investasi saham, tidak selamanya kita memperoleh capital gain, ada saatnya kita mengalami capital loss. Capital Loss terjadi ketika saham yang dijual memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan pada saat pertama kali membelinya. Untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar, biasanya para investor akan terpaksa menjual sahamnya, walaupun dengan harga yang lebih murah (cut loss).
  5. Resiko tidak mendapatkan deviden. Perusahaan akan membagikan deviden jika memperoleh keuntungan, dan atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. Begitu juga ketika perusahaan mengalami kerugian maka investor tidak akan menerima bagian dari deviden.
  6. Resiko terjadinya Delisting perusahaan dari Bursa Efek Indonesia. Hal yang menyebabkan perusahaan delisting dari Bursa Efek Indonesia bisa jadi karena memiliki kinerja perusahaan yang buruk karena dari tahun ke tahun tidak membagikan deviden atau melakukan delisting dengan tujuan menjadi perusahaan pribadi (go private). Perusahaan yang berencana menjadi go private biasanya membeli kembali (buy back) atas saham yang telah beredar.

 

Demikian beberapa resiko yang mungkin kita dapatkan apabila kita berinvestasi dalam instrument saham. Bukan hanya saham saja yang merupakan investasi yang beresiko, investasi lainnya seperti investasi emas, investasi reksadana dan property juga memiliki resiko tersendiri. Bagi anda yang membutuhkan refrensi dalam investasi saham, baca juga apa yang dimaksud dengan saham blue chip.  

 

 

Comments:
Name
Email
Comment
 
Note : Your email will not be shared or viewed.

piping sujatmika
21-02-2014
aku masih mikirin investasi apa yang modalnya di bawah 1 jutaan. cara membuat blog cara mudah mencari kode template di menu edit html baru


[1]


Copyright 2011 bisnisemas1.com
bisnisemas1.com | Privacy Policy And Disclaimer | Contact Us | Sitemap